<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6623246178018239730</id><updated>2011-04-21T20:28:05.767-07:00</updated><title type='text'>Mata Hati</title><subtitle type='html'>When your heart says everything, it will share the best path-way to get rid of confusion. Therefore, let your heart refine and do not leave a stain on it. In my personal life, there are also many things I decide by myself and I never regret it. Just think base on what your heart says and it will high contribute to your right pace in life.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lelakipanas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>lelakipanas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08304761188089630992</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SWb2xzH_N4I/AAAAAAAAAAM/uYecTtf-7II/S220/Kleintje+030.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6623246178018239730.post-3080039148727502389</id><published>2009-05-14T05:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T10:34:45.678-07:00</updated><title type='text'>Otak, Otot, dan Etika.</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgxWG_-jaXI/AAAAAAAAABw/4dhcWB47Sls/s1600-h/03SC008.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: undefinedpx; height: undefinedpx;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgxWG_-jaXI/AAAAAAAAABw/4dhcWB47Sls/s320/03SC008.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335734336780200306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 7 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini jam 10 aku bergegas menuju fitness center yang terletak di jalan ring road utara Yogyakarta. Hari masih pagi, terik matahari sepertinya belum terbangun dari tidurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 menit perjalananku dengan motor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo, mbak apa kabar?”, sapaku ke petugas resepsionis. “Woi, mas. Tumben nih pagi-pagi baru datang”, balasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya nih, nanti siang soalnya aku ada perlu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pembicaraan yang panjang dan lebar, aku langsung berjalan cepat menuju ruang ganti agar dapat kesempatan melakukan treadmill, biar nggak rebutan sama users- lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 menit melakukan treadmill, aku bergegas ke kamar ganti mengambil botol air minum mineral dari rumah. Kebetulan lokerku terletak berdekatan di depan cermin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit terganggu dengan laki-laki yang bergaya sok binaraga sambil memandangi dadanya. Jujur, baru kali ini aku sedikit terpancing emosi dengan salah satu pengguna fitness center karena tingkah lakunya yang “over”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi mas, saya mau ambil minum di loker”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh ya ambil aja dik! Emang saya kenapa?”, responnnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini loker saya di belakang mas, saya nggak bisa ngambil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbok ntar to, ini aku lagi dhelok-dhelok awak dhisik mau tanding Ideal Body di mall je!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosiku terpancing, tapi untunglah aku bisa mengendalikannya. “Mas, saya bisa minta tolong dengan amat sangat…? Bentar aja mas, dijamin nggak ngganggu kok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minta tolong apa lagi, dhik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“TOLONG ANDA MINGGIR !!!” , aku menggertak dengan suara menegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya dhik…maaaf maaf maaf!”, spontan orang itu berpindah dari posisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akhirnya dapat mengambil air minum yang tersimpan di loker itu, walaupun dengan susah payah. Sejujurnya, aku jengkel dengan orang tadi. Andaikan dia tidak minggir, sudah kulaporkan pada manajer karena mengganggu kenyaman pengguna fasilitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otot ternyata tidak menjamin seseorang punya “Otak” dan ber-“Etika”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6623246178018239730-3080039148727502389?l=lelakipanas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipanas.blogspot.com/feeds/3080039148727502389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/otak-otot-dan-etika.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/3080039148727502389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/3080039148727502389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/otak-otot-dan-etika.html' title='Otak, Otot, dan Etika.'/><author><name>lelakipanas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08304761188089630992</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SWb2xzH_N4I/AAAAAAAAAAM/uYecTtf-7II/S220/Kleintje+030.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgxWG_-jaXI/AAAAAAAAABw/4dhcWB47Sls/s72-c/03SC008.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6623246178018239730.post-5467095770540824411</id><published>2009-05-14T05:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T10:42:38.125-07:00</updated><title type='text'>Lemas Setelah “Bercinta”.</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgxYCNFk1FI/AAAAAAAAACA/e6IyTiCvBXo/s1600-h/kamasutra.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: undefinedpx; height: undefinedpx;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgxYCNFk1FI/AAAAAAAAACA/e6IyTiCvBXo/s320/kamasutra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335736453423223890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamar penuh buku, 7 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka celanaku lalu kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Ah ternyata masih dipakai ayah…ya sudah akhirnya aku menunggu di depan cermin yang kebetulan di depannya teronggok sebuah kursi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali kupandangi tubuh lelaki-ku, dari kepala sampai ke bagian dada, dari bagian dada sampai ke perut bagian atas. Sungguh Tuhan Maha Besar, keindahan tubuh ini buatku adalah suatu anugerah yang tiada tanding walaupun kadangkala aku mengingkarinya karena kulitku tak secerah kakakku. Namun, aku bersyukur dengan inilah aku pernah merasakan menjadi seorang model dan menjejakkan kakiku di atas cat walk sekitar 5 tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar. Aku telah berbeda. Walaupun bentuk tubuh atletisku masih punya selling point, tapi bukan berarti aku bisa kembali ke masa itu. Kesadaran spiritualitas lah yang menggiringku untuk semakin mendekatkanku pada yang Maha Kuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 menit kemudian ayahku selesai mandi, pintu kamar mandi sudah dibuka. Seketika, tanganku yang nyaris menjamah puting karena aku sedang membayangkan istriku menjamah penuh puja tubuhku di malam pertama. Khayalan itu sirna mendadak dan kulangkahkan kakiku ke kamar mandi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bismillahirrohmannirohim!”, kuambil air dari bak dan kuguyurkan ke tubuhku yang penat setelah seharian keliling Yogyakarta. Kunikmati setiap rabaan jemariku. Kelembutan sabun beraroma lavender ini sungguh menenangkan, sesekali mendorongku pada imajinasi kotor di otakku. Ah! TIDAK! Aku tak mau melakukannya, kendaliku dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 menit berlalu, kugayung air untuk membilas sabun yang menempel di lekuk tubuhku. Handuk yang kutaruh di rak kamar mandi pun mengakhiri petualangan jemariku malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali ke kamar dan kuraih kaos kuning serta celana panjang di almari coklatku. Lagi!, aku memandangi tubuhku yang indah ini dibalik kaos berkerah sambil sesekali mengucap syukur kepada Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil sajadah dan kududuk diatasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, tepat seminggu aku tidak sholat karena banyak hal yang menganggu pikiranku. Dan, hal ini tidak diketahui orang tuaku. Hal yang menginterupsi pikiran inilah selalu merobohkan keyakinan sholatku hingga pada akhirnya aku mencoba “berhenti” sejenak untuk menemukan diriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam duduk simpuhku air mata mengalir deras dan semakin deras, seiring dengan kata hatiku yang mulai bangkit dari relungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin ia berkata, semakin aku teringat pada nikmat-Nya yang maha banyak untuk diriku: 1) Tubuh yang indah sehingga (pernah) membawaku menjadi seorang model, 2)Kecerdasan otakku 3) Teman-teman yang selalu menemaniku kala sedih, 4) Skripsi S1 ku yang membuatku lulus 3 tahun, 5) kesempatan ke luar negeri 4 kali selama jadi mahasiswa, 6) masih banyak lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar, air mata membasahi sajadah tempatku bersimpuh. Semakin lama aku semakin teringat akan Ia yang selalu menyayangiku dengan semua nikmat-nikmat yang tak terhitung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama 7 hari aku tidak sholat dan Ia pun masih mengizinkan-ku bernafas…apa jadinya bila saat itu tiba-tiba aku mati di tengah jalan…”. Inilah yang membuatku tersadar bahwa Ia masih sayang padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dera air mataku tak terbendung, aku merasakan kesalahan yang luar biasa karena aku melupakan karunia-Nya dan mengabaikan Ia selama itu. Bagian tengah sajadahku kian basah oleh air mata..tanpa terasa jam telah menunjukkan pukul 21.00 WIB, ini artinya aku telah 3 jam bersimpuh ditemani air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percintaanku malam ini dengan Sang Khalik sungguh luar biasa. Kendatipun aku tidak merasakan kehadiran nyatanya, tapi aku benar-benar meraba keberadaannya dalam nadiku yang berdenyut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan tangannya selalu hadir dalam setiap sudut tubuhku: putingku, selangkanganku, tengkukku, kakiku, lidahku bahkan kelaminku…hingga membuatku segan melakukan larangan-larangan-Nya yang membuat manusia lupa akan dunia-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tubuhku lemas seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Illustration above taken from: http://media.photobucket.com/image/kamasutra/Pythia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6623246178018239730-5467095770540824411?l=lelakipanas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipanas.blogspot.com/feeds/5467095770540824411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/lemas-setelah-bercinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/5467095770540824411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/5467095770540824411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/lemas-setelah-bercinta.html' title='Lemas Setelah “Bercinta”.'/><author><name>lelakipanas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08304761188089630992</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SWb2xzH_N4I/AAAAAAAAAAM/uYecTtf-7II/S220/Kleintje+030.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgxYCNFk1FI/AAAAAAAAACA/e6IyTiCvBXo/s72-c/kamasutra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6623246178018239730.post-9048947121664152744</id><published>2009-05-14T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T05:39:18.361-07:00</updated><title type='text'>Aku Ditembak</title><content type='html'>Galeria Mall, 10 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemas hatiku, kegundahan meliputi ubun-ubunku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mere, ada dimana?”, kalimat ini muncul dalam selayar sms dari nomor 0813492****. Entah mengapa, tiba-tiba saja muncul, bahkan akupun sama sekali tidak mengenal siapa pengirimnya. Masa bodoh, pikirku. Barangkali ini sms dari salah seorang teman-ku di Peace Generation. “Seandainya dia berniat untuk menghubungiku, pasti dia akan menelon!”, inilah salah satu prinsip yang kutanamkan dalam diriku ketika ada seseorang tak dikenal (ingin) mendekatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda sms lanjutan dari pemilik nomer ini. Dengan ringan langkahku kulanjutkan bersama Sony untuk memilih baju di konter Traffic, Galeria Mall. Sesekali Wiwien di ujung konter tas dan koper memanggilku menanyakan koper mana yang paling cocok untuk menemaninya berjalan-jalan ke luar negeri suatu saat nanti. Sementara si Fickry masih sibuk di ruang ganti mencoba baju dan celana pujaannya sebagai persiapan menjelang “hidup baru” di ibukota sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalananku dengan ketika sahabatku ini mengalihkan perhatianku pada sms tadi. 30 menit berlalu dan ada sebuah panggilan dari nomer diatas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo, ini Mere?”, sapanya.&lt;br /&gt;“Betul, maaf ini siapa ya? Maaf, tadi saya tidak menjawab karena sedang sibuk”, jawabku sambil ber-alibi “sibuk”. Padahal tidak ada aktifitas krusial yang kulakukan selain menemani ketiga sahabat tadi Thawaf mengelilingi Matarahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mere, ini Yunita. Kamu ingat aku kan?”, ia berusaha mengingatkanku. Yunita adalah salah “someone” yang pernah mengisi ruang ter-spesial di hatiku. Kami putus sekitar 5 tahun lalu saat dirinya memutuskan untuk pindah dari ke Solo, demi melanjutkan pendidikan dokternya di UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei apa kabar, Nit! Kemana aja selama ini, tumben nih calling2 aku. Baik-baik aja kan? Wah udah ko-as dong ya”, aku membuka pembicaraan dengan penuh semangat. Aku memang tak pernah menyimpan rasa ewuh pakewuh ke semua “mantan-mantan”-ku. Satu prinsip yang kami pegang, setelah putus relasi kami sebatas teman. Untuk itu, sampai sekarang pun aku tetap bersikap hangat kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan tajam dan afektif meluncur dari mulut Yunita. Hatiku seolah kram mendengar pernyataannya, tapi sejujurnya aku kaget luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mer, kita balikan lagi..mau kan?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh, mimpi apa hamba tadi malam, hingga di sore menjelang maghrib ini dengan mendadak aku mendapat pertanyaan yang mencekik leher-ku. Aku yakin, ia tidak sedang bercanda. Dari nada bicaranya, ia berniat mengembalikan hubungan spesial kami yang kandas oleh keputusan yang kami buat saat itu.&lt;br /&gt;Namun, aku harus jujur pada diriku, bahwa sebenarnya aku masih belum siap menempatkan seseorang lagi di ruang spesial hatiku. Saat ini, ruangan ini hanya diperuntukan bagi teman-teman ku yang selalu menjaga setiap keputusan-ku, menghormati jalan pikirku, dan menemani saat-saat dimana aku memang membutuhkan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Nit, boleh aku meminta pertolonganmu satu hal?”, pintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang calon dokter muda, aku yakin pasti ia mengiyakan. Aku tahu karena ketika mendengar kata “tolong” seolah ia menghadapi pasien yang membutuhkan uluran tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Oh iya, tentu. Insya Alloh aku bisa memenuhinya, Mer”. Dengan nada menegar Yunita bersiap-siap mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nit, aku minta tolong agar kita tetap menjadi teman saja, seperti yang pernah kita ikrarkan sebelum kamu berpindah ke Solo. Sebagai seorang pribadi yang smart aku yakin kamu mengingatnya. Dengan jadi teman, silaturahmi akan menjadi langgeng tanpa ada batasan cinta”, inilah permintaantolong-ku kepada Yunita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu sisi, aku simpati pada niat baiknya untuk mengembalikan “hubungan” tapi di satu sisi aku harus jujur pada diriku bahwa hati kecilku belum lagi siap menerima seseorang spesial di ruang cintanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh itu yang kamu maksud. Nggak masalah kok, aku faham sifatmu, sayang eh maaf… Mere maksudku. Sampai saat ini, sifatmu yang tidak pernah berubah sebagai orang yang memegang prinsip itulah yang selalu membuatku merindukanmu. Tapi…aku hargai kok Mer. Well, sorry ya kalau ngagetin kamu…aku siap-siap buat maghriban dulu. Keep in touch ya”. Inilah akhir kalimat yang terakhir ia ucapkan untuk menutup percakapan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya meresponnya dengan sepenggal kalimat “Sukses terus ya Yun, be a distinguished doctor for future!” dan ia pun menjawabnya dengan penuh kelembutan, “You too !” . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Yunita, dia memang cantik dan anggun. Sejujurnya, aku sangat mengagumi kepandaian dan cara ia bergaul yang supel sekali. Usai kejadian ini sesekali aku cek di facebook, iapun masih tetap seperti dulu, suka mengenakan jilbab biru dengan bawahan celana jins. Di balik  jilbabnya ia selalu menyimpan lesung pipi yang merekah saat tersenyum. Inilah yang membuatku kadang teringat olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, dia adalah perempuan berjilbab pertama kali yang berani mendobrak pintu hatiku. Saat itu akupun tak kuat menolaknya dan hatiku pun akhirnya tumbuh benih-benih cinta bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sempat satu tahun di salah satu fakultas di UGM, tetapi ia merasa belum berdamai sebelum impiannya masuk ke kedokteran umum tercapai. Cinta memang tak selamanya bisa ditumbuh di hati, ketika relasi itu mati iapun akan kandas. Tapi, kebaikan tak bisa selamanya mati, karena kebaikan membuahkan amal. Kebaikan Yunita lah yang membuatku teringat olehnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6623246178018239730-9048947121664152744?l=lelakipanas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipanas.blogspot.com/feeds/9048947121664152744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/aku-ditembak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/9048947121664152744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/9048947121664152744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/aku-ditembak.html' title='Aku Ditembak'/><author><name>lelakipanas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08304761188089630992</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SWb2xzH_N4I/AAAAAAAAAAM/uYecTtf-7II/S220/Kleintje+030.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6623246178018239730.post-5101487755859417570</id><published>2009-05-10T07:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T08:26:33.622-07:00</updated><title type='text'>Siapa Manusia Terkuat Sedunia?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgbxNRkLL4I/AAAAAAAAABo/mOq5meEz-YA/s1600-h/800_7.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: undefinedpx; height: undefinedpx;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgbxNRkLL4I/AAAAAAAAABo/mOq5meEz-YA/s320/800_7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334216019022655362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari ini adalah pertama kali aku tampil kembali di depan anak-anak SMA se-Jogja dalam International Women day 2009 di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM, setelah 1 tahun "vakum" tidak mengisi seminar. Buatku tema "women, health, and peace" cukup menantang untuk disampaikan dan jujur saja aku nyaris kelimpungan mencari cerita yang bisa dibagi ke anak-anak SMA yang berhubungan dengan Women, Health, and Peace. Akhirnya, kuputuskan untuk berbagi tentang Nursery Room di salah satu perusahaan minyak dan gas Indonesia. Ruangan ini dipakai untuk para pegawai perempuan yang menyusui anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nursery Room adalah satu ruangan kecil di perusahaan ini terletak di lantai 1 gedung ratu prabu-2 dan disanalah para ibu yang memiliki bayi dapat secara ekslusif menyusui anak-anaknya dan juga memeras ASI-nya kemudian dibawa pulang ke rumah untuk sang bayi. Buatku ruangan ini memberikan "meaning" tersendiri, mengapa? Karena sebenarnya ruangan ini memberikanku sebuah "insight" tentang betapa pentingnya seorang perempuan untuk perusahaannya, keluarganya, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan para ibu tersebut membuatku terhenyak. Di sela-sela pekerjaan mereka yang padat dan menyita waktu di kantor, kebutuhan gizi banyinya tetap dapat dipenuhi dengan cukup. Bahkan, di sela-sela "meeting" mereka kadangkala meng-sms pembantu di rumah untuk memastikan bahwa sang bayi sudah minum ASI yang dibawa dari nursery room. Tidak ada beban mental yang terbaca di raut muka mereka, bahkan aku melihat mereka sering berbagi kepadaku tentang tips-tips menyimpan ASI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bangga menjadi seorang ibu, sekaligus perempuan karir di metropolitan dan menjalankannya dengan sepenuh hati. Dengan penuh antusiasme mereka berbagi kepadaku "Mer, nanti kalau istrimu bekerja, sejak bayi usia satu bulan dia sebaiknya menyimpan air susunya di kulkas, sehingga anakmu tetap bisa minum ASI ekslusif walau ibunya di kantor". Itulah nasihat Mbak Sito Mirah Ayu, seorang Sustainable Advisor, kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa! Dari pengalaman beliau aku baru sadar dan faham bahwa ternyata air susu ibu itu bisa bertahan kurang lebuh 3-4 bulan di kulkas dan dapat diminumkan ke bayi setelah dicairkan melalui penghangatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku semakin tersadar, mereka mampu mengorbankan sebagian waktunya demi pertumbuhan bayi mereka. Aku pun menjadi seperti saat ini juga pasti berkat ASI yang dikeluarkan dari puting ibuku. Dulu aku sering ditanya oleh guruku "Mere, siapa manusia terkuat di dunia?"..."Superman, Pak!". Andaikan pertanyaan itu ditanyakan, pastilah akan kujawab "Ibu semua Laki-Laki!". Beliaulah manusia "terkuat" sedunia karena bisa melahirkan lelaki kuat seperti kami-kami ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kekuatan dalam dirinyalah, kami bisa tumbuh menjadi individu yang berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6623246178018239730-5101487755859417570?l=lelakipanas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipanas.blogspot.com/feeds/5101487755859417570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/international-women-day-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/5101487755859417570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/5101487755859417570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/international-women-day-2009.html' title='Siapa Manusia Terkuat Sedunia?'/><author><name>lelakipanas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08304761188089630992</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SWb2xzH_N4I/AAAAAAAAAAM/uYecTtf-7II/S220/Kleintje+030.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SgbxNRkLL4I/AAAAAAAAABo/mOq5meEz-YA/s72-c/800_7.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6623246178018239730.post-5902467171173036873</id><published>2009-05-10T07:32:00.001-07:00</published><updated>2009-05-10T07:41:04.655-07:00</updated><title type='text'>Satu Bulan Berlalu</title><content type='html'>Satu bulan berlalu, aku tidak lagi berada di cubicle kerjaku yang terletak di Jalan TB Simatupang Kav 18B Jakarta Selatan. Namun keceriaan hatiku sama sekali tidak pernah tergantikan dengan kepindahanku ke Yogyakarta. Sebaliknya, aku justru kembali menemukan jati diri yang selama ini aku bangun. Menjadi seorang trainer dan facilitator. Yah inilah jati diri yang sebenarnya ingin kukembalikan. Memang tidak bisa dinilai dengan nominal yang tinggi, tetapi kepuasan batinnya sungguh terasa sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6623246178018239730-5902467171173036873?l=lelakipanas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipanas.blogspot.com/feeds/5902467171173036873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/satu-bulan-berlalu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/5902467171173036873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6623246178018239730/posts/default/5902467171173036873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipanas.blogspot.com/2009/05/satu-bulan-berlalu.html' title='Satu Bulan Berlalu'/><author><name>lelakipanas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08304761188089630992</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T_O8iV_2IOg/SWb2xzH_N4I/AAAAAAAAAAM/uYecTtf-7II/S220/Kleintje+030.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
